Orang-Orang Oetimu

Orang-Orang OetimuOetimu Suatu Wilayah Kecil Di Pelosok Nusa Tenggara Timur Masa Itu Adalah Paruh Kedua An, Dan Kejadian Kejadian Di Wilayah Indonesia Selebihnya Mau Tak Mau Berdampak Kepada Kehidupan Sosial Orang Orang Di Kampung Yang Terpencil Itu Kolonialisme Indonesia Di Timor Timur Kian Disorot Dunia Internasional, Sementara Warisan Kekerasan Antara Militer Indonesia Dan Gerilyawan Fretilin Ikut Menyebar Ke Wilayah Sekitarnya, Demonstrasi Menentang Soeharto Kian Marak Di Kalangan Mahasiswa, Dan Brazil Berhadap Hadapan Dengan Prancis Di Final Piala DuniaNovel Mengasyikkan Yang Menggambarkan Masyarakat Timor Barat Dengan Segala Kepelikannya, Di Mana Gereja, Negara, Dan Tentara Berperan Besar Dalam Kehidupan Sosial O Ya, Juga Sopi Dan Seks Sebuah Contoh Fiksi Etnografis Yang Digarap Dengan Baik Pertanggungjawaban Dewan Juri Sayembara Novel DKJ We are all storytellers, our ancestors shared their stories verbally and non verbally We all also have stories But how many of us actually able or want to write down our stories Felix is a storyteller who can do both and that s extraordinary. Aku sudah menantikan buku ini sejak diumumkan sebagai pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta Membaca dua bab pertamanya saja aku merasa bahwa gaya bercerita novel ini sungguh juara.Dalam sebuah acara bincang buku yang diadakan Post Santa di hari aku membeli buku ini, entah Mas Yusi Avianto Pareanom entah salah satu juri DKJ yang kebetulan hadir kala itu mengatakan bahwa Orang orang Oetimu merupakan kabar gembira untuk sastra Indonesia Namun Felix, penulisnya, masih harus membuktikan dirinya juga sebuah berita baik Rasa rasanya aku tak dapat tidak setuju dengan pandangan itu. Benar benar berkisah tentang orang orang Oetimu yaiyalah, judulnya aja begono Tetapi dalam beberapa hal, sedikit menjemukan Kebanyakan berkisah latar belakang tiap tokoh Sersan Ipi, Pastor Josef, Silvy, dll. Terlalu banyak soal pribadi pribadi yang dikisahkan.Memang ada tema tema soal 98, PKI, dan tentu dekolonisasi Timor Timur Yang harus diacungi jempol adalah novel ini tidak terjebak untuk menjadi novel yang menjual kekayaan daerah baik bahasa, adat, maupun tempat wisata Seperti kebanyakan novel lokalitas pada umumnya Dan entah mengapa hubungan asmara panas dalam novel ini Nggak visual, tapi cukup detail Dan yang paling aku suka adalah hubungan panas Pastor Andai yang dibeginikan adalah imam sebuah masjid, bisa dipastikan akan geram semuanya Tapi karena dunia pastor adalah dunia yang sangat rahasia, maka saat membaca adegan itu langsung mencuri perhatian Dan jangan salah, adegan handjob saat mau sunat itu adalah adegan yang penuh simbol Kemudian adegan itu membuat trauma yang cukup membekas, vagina lembek, tidak sekeras tangan Pas kalimat ini langsung ketawa saya di kereta. Seperti surat dari Timur yang tidak disensor Lincah, juga biadab, juga jenaka, dan seksi. Harapan saya adalah bisa membaca gambaran tentang suatu keadaan di daerah Timur sana saat masa2 Orba berakhir, tapi penceritaan penulis begitu melebar lebar ke hal2 lain, bahkan cenderung terjebak dalam penceritaan konflik pribadi, entah itu soal percintaan, seks, atau balas dendam Cenderung membosankan jadinya Di bagian awal ada hal hal menarik lucu, tapi menjelang endingnya, agak mengendur Penceritaannya memutar dengan segala macam latar belakang, yg pada akhirnya mempertemukan bagian awal bagian akhir Sebagai novel debutan pemenang dkj 2018, saya yakin penulisnya akan menghasilkan novel yg lebih baik lagi. Saya sudah membaca novel ini Bagus sekali Sangat bagus Beberapa kali saya harus mengambil napas panjang lantaran getir akan kehidupan tokoh tokohnya Dialog yang keren antara tokoh Betapa manusia dikupas sedalam dalamnya pahlawan yang sangat orde baru yang sesungguhnya baik hati Sersan Ipi , kesalehan dan kemunafikan Romo Yosef , kemarahan yang dibawa mati lantaran berhadapan pada sesuatu yang tak bisa dikendalikan Maria dan Silvy Kecantikan yang Oportunis dan kehidupan yang sungguh tidak menimpa Laura Terima kasih sudah menulis novel sebagus ini. Aduh ini memang buku bagus, ditulis dengan bagus dan lancar, pantas saja dapat Juara 1 DKJ Felix membawa kita bertemu dengan orang orang Oetimu seperti Sersan Ipi, Silvy, Romo Yosef, Maria, dan lainnya, dan membuat kita menyaksikan kehidupan mereka yang saling terkait, berkelindan, tak lepas dari pengaruh politik, militer, gereja, dan nafsu seksual.Bagi yang berharap bahwa di buku ini ada cerita tentang konflik atau insiden di Timor pada era Orba seperti di Saksi Mata, misalnya mungkin akan kecewa karena Felix memang lebih fokus menceritakan latar belakang serta nasib para tokoh tokohnya Cerita tentang konflik dan perang cuma muncul di bagian awal buku, ketika Felix mengisahkan tentang Laura Selebihnya, ia lebih senang membawa kita jalan jalan mengitari Oetimu, ke gerejanya, ke rumah rumah, ke kebun lontar, sesekali berkuda di savana Yah, semacam novel slice of life yang ditulis dengan sangat bagus.Tapi pada akhirnya, ada beberapa bagian yang terasa monoton Pembaca lagi lagi dikenalkan dengan tokoh anu, mengetahui latar belakangnya, lalu mengetahui nasibnya, lalu diperkenalkan lagi dengan tokoh lain, begitu terus Adegan adegan seksnya juga menurut saya terlalu banyak, beberapa bahkan tidak terlalu penting.Terlepas dari kekurangan kekurangan yang ada, novel ini tetap bagus, bahkan menjadi novel yang menghidupkan kembali gairah membaca saya setelah sempat redup selama beberapa bulan terakhir ini.Terima kasih dan selamat buat Felix atas karyanya yang bagus. Sudah lama tidak baca fiksi lokal yang bagus, dan akhirnya terbayarkan oleh pemenang Sayembara Novel DKJ 2018 ini Memang pantas jadi juara Novel dengan tema lokalitas masyarakat Timor dan NTT dituturkan dengan sarkas dan jenaka Dibuka dengan teknik foreshadowing tentang para pembunuh yang menyerbu rumah Martin Kabiti di malam final Piala Dunia 1998 Lalu cerita bergulir mundur ke belakang menyibak latar semua tokoh2 Endingnya pun luar biasa, tak terduga Tokoh favorit saya Sersan Ipi dan si cantik Silvy. salah satu novel bagus yang saya baca tahun ini review lengkap segera Saya senang dengan novel ini Karakter dan ceritanya kaya dan terjalin rapi, walaupun kadang kadang melebar dan kehilangan intensitas Habis baca nove ini saya jadi kepikiran sesuatu, kemarin kemarin sempat ramai tentang penerjemahan buku Indonesia yang katanya hanya mencari buku yang palateable bagi pembaca luar sana Apa hal itu juga berlaku bagi novel novel daerah luar Jawa bagi orang Jawa