Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang JatuhSupernova The Knight, The Princess And The Falling Star Presents A Series Of Intertwined And Unconventional Love Stories, Straight And Gay, With A Bit Of Science And Spirituality Added To The Mix The Major Characters Are Young, Urban, And Technologically Highly Aware They Are Caught Up In Major Forms Of Contemporary Social Conflict.The Work Has Been Highly Acclaimed The Poet Taufiq Ismail Has Written A Renewal Has Taken Place In Indonesian Literature Over The Past Decade Supernova Is An Intelligent, Unique And Truly Exciting Exploration Of Science, Spirituality And The Nature Of Love The Literary Critic Jacob Soemardjo Suggests This Is An Attractive Novel By A Young Writer It Is An Intellectual Work In The Form Of A Work Of Pop Art, Set In The Real World It Opposes Old Values With New Ways Of Understanding, So That Readers Can See The World In A Different Way duh ini buku maksa banget.karakter karakternya gak jadi.atau, lebih baik dikatakan jadi jadian.penulis maksa banget para pembaca untuk tunduk pada maunya, dan ia tidak membiarkan tokoh dan ceritanya sendiri membangun sifat atau karakternya.cepat sekali saya
Ini kali kedua saia baca Supernobita Supernova KPBJ Saia ingat pernah membaca wawancara dengan pengarangnya di media cetak Kalau saia nggak keliru, disebutkan juga bahwa ybs memang pengen memasukkan SAINS ke ceritanya karena baru membaca banyak teori ilmiah dan merasai itu pemikiran yang revolusioner, tapi kurang mendapat perhatian di Indonesia Dengan pemahaman itu saia membaca Setelah selesai, kesimpulan saia adalah, oke, niatnya bagus, tapi SAINS ini kok rasanya cuma jadi kosmetik untuk mendandani Nobita biar kelihatan pintar cerita yang biasa saja Namun, saia masih bocah saia tutup buku dan menimbang untuk buka lain kali yang ternyata 14 tahun kemudian Kenapa lama bingitz Karena lupa dan males Meski baca KPBJ, saia ga baca Supernova lain Persepsi saia terhadap yang pertama udah terlanjur gitu, soalnya Kemudian muncullah turbulensi Kemarin, seorang teman saia membuat repiu Supernova seri terakhir Membaca dukalara yang bersangkutan, saia jadi kepo Segitu antiklimaksnyakah Maka saia belilah boxset Supernova lengkap bertandatangan Mungkin kini, dengan otak yang nggak bocah bocah amat, saia bisa menggali makna terpendam yang dulu bahkan gagal saia kais kais.Dan memang benar Ada bifurkasi yang terjadi Dus, saia dibaptis menjadi Pembaca Schrodinger secara simultan saia merasa bahwa buku ini
I read this book a very long time ago 2001 When it was first published God, in a second, I fell in love with this book What a book Interesting plot Check Intriguing twists Check Multi dimensional scope Check Characters that we will definitely fall in love with Check Mature yet stylish and adorable writing style Check Recent issues Check PHYSICS THEORY CHECK Philosophy theory Check Catchy cover Chack God, this book is so hot Being a crossover between pop and literature work of words, this book is a definitely must read
Pertama kali melihat buku ini, ada hype besar besaran mengenainya Terbujuk dengan banyaknya pujian seputar buku ini, yang katanya menggabungkan antara narasi dengan sains sebagai bagian besar dari buku ini Terus terang, saya mulai terbujuk dengan premis itu Bagian pertama yang saya baca, tentang Dhimas dan Ruben, mulai menarik perhatian saya Buat saya, premis dasar tentang Dimas dan Ruben cukup menarik Supernova termasuk buku novel Indonesia pertama yang menurut saya berani mengetengahkan dua tokoh gay Akan tetapi, dalam perkembangannya, ketika novel mulai masuk ke ranah fisika quantum, saya mulai merasa kesulitan membacanya Dengan nekat saya memutuskan untuk melewati saja bagian penjelasan penjelasan itu Ternyata, bahkan tanpa penjelasan fisika kuantum itu, jalan ceritanya sungguh sangat mudah ditebak Hal ini membuat saya sadar bahwa embel embel fisika kuantum yang ada di novel ini sungguh hanyalah sebuah gimmick, sebuah tempelan untuk menjual Fisika kuantum yang ada disini sama sekali tidak berpengaruh terhadap jalan cerita yang menurut saya sangat datar dan shallow Dari sini, mulailah saya berpikir, ketika Dee membutuhkan gimmick marketing itu, berarti dia bukanlah seorang penulis handal Dari sisi perkembangan tokoh yang terlal
Totally Overrated Bagi saya buku ini hanya memberikan gimmick untuk mencari sensasi saja Contohnya karakter karakter gay Awal tahun 2000 memang segala tema seksual atau penyimpangannya lagi populer makanya banyak sekali acara2 TV yang membahas tentang hal ini Ini juga sebabnya buku Jakarta Undercover menjadi hit Tapi dalam Supernova, bahwa kedua karakternya gay tidak ada sangkut pautnya dengan perkembangan karakter atau cerita itu sendiri Mereka jadi pasangan hetero atau lesbian pun bahkan hanya teman sekali pun tidak akan membawa perubahan yang berarti.Bahasa sains yang tingkat tinggi Bagi saya ada yang aneh bila melihat sebuah footnote hampir mendekati setengah dari halaman sebuah novel kalau buku nonfiksi sains mungkin tidak heran Digunakan besar2an pada awal buku dan hanya sedikit atau bahkan tidak sama sekali di bagian2 buku selanjutnya Hanya sebuah gimmick semata.Belum lagi pasangan selingk
Berhubung saya sedang berduka setelah membaca novel IEP, maka saya putuskan untuk membuka kembali buku pertama yang membuat saya menanti Supernova series selama 15 tahun Saya ingat, pertama kali saya membaca buku ini, saya seperti tersihir dengan keindahan sajak sajak Dee dan bagaimana Dee merangkum kata seperti melihat lukisan indah dalam bentuk kata Dari segi plot, Supernova KPBJ brilian Pada saat itu saya sudah membaca Dunia Sophie, tapi saya baru menyadari belakangan bahwa KPBJ sering dibanding bandingkan dengan dunia sophie, walau pada akhirnya kesimpulan itu salah Diva, Ferre, dan Rana benar benar ada, dan di dunia novel itu, mereka bukan karakter novel yang kabur ke realita Pada akhir buku, Dee menyentil kita dengan memberikan ending yang multi interpretasi.Apakah Dhimas dan Reuben menyadari bahwa mereka sebetulnya adalah karakter fiksi Ambiguitas di akhir novel ini membuat KPBJ menjadi novel yang paling berpengaruh pada selera sastra saya ke depannya Rasanya susah menurunkan standar setelah mendapat sastra dengan kualitas sebagus ini Tulisan Dee KPBJ puitis dan dalam, terkadang abstrak, namun tidak terlalu dalam sehingga kita pun bisa menikmatinya dan mampu melakukan refleksi pada hidup kita Tiap karakter kar
semakin berusaha untuk mengerti buku ini, semakin mengerti bahwa ketidakmengertian adalah puncak tertinggi bagi sang pencari. That s it, saya menyerah, bendera putih, saya berhenti, tepat di halaman 154 dari 343 Ini buku pertama di 2015 yang tidak saya baca sampai selesai Sebenarnya sayang juga, mengingat ini buku pertama dari serial supernova dan masih ada 3 buku selanjutnya, tapi mau bagaimana lagi hati tidak bisa dipaksa hehehe Dan lagi pula buku yang lain masih banyak yang antri Sumber ketidakpuasan saya terhadap buku ini sebenarnya dari kebodohan dan ekspektasi saya sendiri yang tidak tepat Saya belinya sudah berminggu minggu yang lalu karena tertarik dengan iklan filmnya yang berisikan model aktris yang sedap dipandang mata, apalagi judulnya Supernova seperti menjanjikan petualangan dramatis perang antar bintang a la film Star Wars Hmmm, tapi bodohnya saya, beli buku hanya bermodalkan duit, tidak baca baca resensinya dulu Inilah kira kira penyebab saya tidak sreg dengan buku ini dan kemudian berhenti, ekspektasi sayalah yang terlampau berbeda dari kenyataan isi buku ini Wess lah Secara fisik bukunya kecil, baca 1 2 hari harusnya tamat Tapi baru bab pertama saya butuh dua hari dua hari menyeberanginya menuju bab kedua Entahlah apa saya yang terlalu blo on atau bukunya yang canggih Bukunya juga tidak terlalu tebal tapi isinya wuooow berattt , bikin otak saya sakit Eh, bukan berat juga sih, tapi lebih tepatnya berat sebelah, plotnya sederhana tapi
Semua berawal dari gerakanSemua berawal dari satu ideSemua berawal dari satu getar sel abu abuSetelah lama penasaran dengan serial Supernova akhirnya aku mulai membaca buku pertama Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh Bahasa yang digunakan menurutku agak berat dan sulit dicerna, perlu pehamaman khusus untuk bisa mengerti maksud penulis Tapi semua itu adalah perspektif, seperti kata penulis semua di hidup ini adalah relatif Semua yang Anda baca di Supernova ini adalah relatif alias pemahaman diri sendiri yang disodorkan oleh penulis melalui berbagai materi dan sudut pandang.Tokoh tokohnya cukup menarik, mulai dari pasangan gay Ruben dan Dimas yang menulis cerita mengenai Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh Keterlibatan mereka satu sama lain sampai di akhir cerita yang cukup membuat tanda tanya Karakter yang paling menonjol disini adalah Diva Sosok wanita cantik, seksi, mandiri, berpengetahuan luas, dan pintar namun memilih jalan hidup sebagai pelacur dengan bayaran tinggi Ia berpendapat bahwa pikiran tidak seharusnya dijual Ini adalah pilihan hidup bukan atas keterpaksaan atau dorongan materi semata Selain itu juga ada tokoh Ferre dan Rana yang menjalani perselingkuhan, cinta mereka mungkin memang nyata hanya datang pada waktu yang tidak tepat Apakah mereka akan mementingkan ego dan keinginan mereka dan melukai orang lain yang ikut terjerat dalam benang yang t
buku yang berhasil saya baca saat minjem untuk yang kedua kalinya kali pertama, saya tak kuat membaca karena bagian2 yang terlalu teknis sangat menggganggu dan ah, saya lupa apalagi tapi toh, kali ini saya berhasil maaf curcol sedikit.adakalanya saat diskusi2 ga penting di perpus dengan beberapa teman akan memunculkan kesimpulan yang sama ga pentingnya salah satu materi diskusi kami saat itu adalah cinta kami begitu sibuk saling berbicara dan mendengarkan sampai tak mampu lagi berkonsentrasi pada buku2 di sekeliling kami, tugas yang sudah dihamparkan di meja siap di kerjakan, dan terlebih lagi dengan pos penjaga perpustakaan yang berada tak jauh dari meja kami salah seorang dari kami bilang cinta itu bullshit cinta itu hanyalah alasan kotor untuk saling menghancurkan teman dan keluarga argumennya dapat aku mengerti karena ada pengalaman di balik itu beberapa orang dari kami tidak mengeluarkan definisinya sendiri, hanya ikut mendebat pernyataan pertama aku ikut berargumen, yang seringnya ga nyambung bila diperhatikan sampai saat ini, cinta memiliki beberapa bentuk 1 cinta Sang Pencipta kepada makhluknya 2 cinta orang tua kepada anaknya 3 cinta sesama manusia teman atau orang2 pada umumnya 4 cinta kepada apa ya lawan jenis saya hanya mengerti ini karena saya bukan homo, atau lesbian cinta2 tersebut sama, hanya berbeda objeknya lalu saya bertanya kepada salah satu dari kami

[ Epub ] ➞ Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh Author Dee Lestari – Rarefishingbooks.co.uk
  • Paperback
  • 244 pages
  • Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
  • Dee Lestari
  • English
  • 13 August 2017
  • 9789798083839